Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Lavender (Lavandula Angustifolia) Dan Minyak Atsiri Jeruk Lemon (Citrus Limon) Sebagai Anti nyamuk Untuk Pencegahan Malaria
Abstract
Abstract. In preventing malaria, aromatherapy candles can become a necessity for the community as an alternative treatment using natural ingredients whose popularity is increasing. One of the natural ingredients that can be used for aromatherapy to prevent malaria is essential oils from lavender flowers and lemons. This research aims to find out whether a combination of lavender and lemon essential oils can be formulated into aromatherapy candles to prevent malaria mosquitoes. The research was carried out experimentally by making aromatherapy candle preparations with physical evaluation tests of the candles including organoleptic tests, burn time tests and liking tests. The research results showed that the preparations made had a pale white-yellow color in all formulas and had a distinctive aroma. Based on the research results, it shows that the longest burning time is in F1, this is because the concentration of essential oils is lower and the most preferred formula is Formula F3.
Keywords: Essential oils, lavender flowers, lemon, Aromatherapy Candles
Abstrak. Dalam pencegahan malaria, lilin aromaterapi bisa menjadi kebutuhan masyarakat sebagai salah satu alternatif pengobatan dengan memanfaatkan bahan alam yang popularitasnya semakin meningkat. Bahan alam yang dapat digunakan untuk aromaterapi pencegah malaria salah satunya adalah minyak atsiri bunga lavender dan buah jeruk lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi minyak atsiri bunga lavender dan buah jeruk lemon dapat diformulasi menjadi lilin aromaterapi untuk pencegahan nyamuk malaria. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan membuat sediaan lilin aromaterapi dengan uji evaluasi fisik lilin meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki warna putih-kuning pucat pada semua formula dan memiliki aroma khas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu bakar yang paling lama ada pada F1, hal ini dikarenakan konsentrasi minyak atsiri lebih sedikit dan formula yang paling disukai adalah Formula F3.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Medika Sehat (JMS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
